
Al Azhar 22 Cikarang Gelar Penyuluhan Pergaulan Sehat dan Kesadaran Hukum

Cikarang – Memasuki masa remaja, murid menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam kehidupan sosial. Kemampuan memilih lingkungan pergaulan, memahami batasan diri, serta mengetahui konsekuensi hukum menjadi bagian penting dalam membangun karakter yang bertanggung jawab.
Berangkat dari hal tersebut, SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya LGBTQ pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Aula SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang dan diselenggarakan oleh bidang Ketahanan Sekolah.
Kegiatan tersebut menghadirkan Aipda Yuliana, yang dalam materi kegiatan tercantum sebagai Kasubnit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di lingkungan Polres Metro Bekasi. Penyuluhan diarahkan pada tema “Membangun Pergaulan Sehat dan Berkarakter di Kalangan Remaja.”
Dalam pelaksanaannya, materi tidak hanya membahas isu yang menjadi tema kegiatan, tetapi juga memberikan perspektif mengenai batasan hukum positif, pencegahan perilaku berisiko, perlindungan diri, serta pentingnya membangun pergaulan yang sehat.
Edukasi hukum kepada remaja seperti ini juga sejalan dengan pola pencegahan yang dilakukan kepolisian di sejumlah sekolah. Dalam berbagai kegiatan pembinaan pelajar, kepolisian menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif, memahami konsekuensi tindakan, serta berani menyampaikan persoalan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Membangun Pergaulan Sehat di Kalangan Remaja

Masa SMA merupakan periode ketika interaksi sosial murid semakin luas. Pertemanan, organisasi, kegiatan sekolah, hingga aktivitas di ruang digital dapat membentuk pengalaman sosial yang beragam.
Karena itu, kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan.
baca juga: SMA Al Azhar 22 Gelar Seminar Mitigasi Bencana
Mengenali Batasan Diri dan Menghormati Orang Lain

Pergaulan sehat dapat dibangun melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghormati, kemampuan menjaga batasan diri, dan keberanian menolak ajakan yang dapat merugikan.
Murid juga perlu memahami bahwa ketika menghadapi persoalan, mereka tidak harus menyelesaikannya seorang diri. Berkomunikasi dengan orang tua, guru, konselor, atau pihak yang dapat dipercaya dapat menjadi langkah penting ketika murid menghadapi tekanan atau situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Dalam kegiatan pembinaan remaja, kepolisian juga menekankan pentingnya komunikasi antara keluarga, sekolah, dan aparat dalam mencegah persoalan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Memahami Hukum Positif dalam Kehidupan Remaja

Salah satu materi utama dalam kegiatan di SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang adalah “Generasi Tangguh Sadar Hukum: Pandangan Kepolisian terhadap Batasan Hukum Positif dan Pencegahan Penyimpangan Sosial.”
Materi tersebut memberikan ruang bagi murid untuk mengenal aspek hukum yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan perilaku remaja.
Mengapa Kesadaran Hukum Penting?

Kesadaran hukum tidak hanya berarti mengetahui peraturan. Murid juga perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan bahwa hak diri sendiri perlu berjalan bersama dengan penghormatan terhadap hak orang lain.
Pendidikan semacam ini relevan dengan upaya pencegahan kenakalan remaja. Kepolisian dalam sejumlah program edukasi di sekolah juga menggunakan pendekatan preventif dengan memberikan pemahaman mengenai bullying, narkoba, tawuran, penyalahgunaan media sosial, serta konsekuensi hukum dari tindakan tertentu.
Dengan pemahaman tersebut, murid diharapkan dapat membuat keputusan secara lebih sadar dan tidak mudah mengikuti tekanan lingkungan.
Edukasi Isu Sosial Perlu Disampaikan secara Bertanggung Jawab
Pembahasan mengenai isu sosial yang berkaitan dengan remaja membutuhkan pendekatan edukatif dan berbasis informasi. Dalam konteks kegiatan ini, sekolah mengangkat isu LGBTQ sebagai bagian dari tema penyuluhan yang diarahkan pada pembentukan pergaulan sehat dan karakter.
Penting untuk membedakan antara edukasi mengenai suatu isu sosial dengan pelabelan terhadap individu. Pendidikan yang bertanggung jawab perlu mengarahkan murid pada pemahaman mengenai batasan hukum yang berlaku, keselamatan, penghormatan terhadap orang lain, serta cara mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan penyuluhan dapat menjadi ruang dialog yang membantu murid memahami persoalan sosial secara lebih hati-hati, bukan sekadar memberikan label kepada seseorang.
Hal ini juga sejalan dengan perhatian lembaga perlindungan anak terhadap pentingnya lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari kekerasan, serta menyediakan ruang bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi. Pusiknas Bareskrim Polri menekankan bahwa keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar perlu berperan bersama dalam menciptakan ruang aman bagi anak.
Sesi Tanya Jawab Beri Ruang Murid Berdiskusi
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Sesi interaktif menjadi bagian penting karena murid dapat menyampaikan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan. Dialog juga memberikan kesempatan kepada narasumber untuk memberikan penjelasan sesuai konteks pertanyaan yang muncul.
Belajar Bertanya dan Menyampaikan Pendapat
Kemampuan bertanya merupakan bagian dari proses belajar. Murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan meminta penjelasan atas hal-hal yang belum dipahami.
Dalam konteks pendidikan karakter, kegiatan seperti ini juga dapat melatih murid untuk menyampaikan pendapat secara santun, mendengarkan perspektif orang lain, dan memahami bahwa sebuah persoalan dapat memiliki berbagai aspek.
Ketahanan Sekolah dan Pendidikan Karakter
Kegiatan yang diselenggarakan bidang Ketahanan Sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan pendidikan dengan kehidupan nyata.
Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran akademik. Murid juga membutuhkan bekal mengenai karakter, tanggung jawab sosial, keselamatan diri, literasi hukum, serta kemampuan mengambil keputusan.
Bagi SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang, penguatan karakter tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan mendukung perkembangan murid.
Konsep sekolah nyaman dan friendly juga dapat diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka antara murid, guru, orang tua, dan pihak sekolah.
PMB SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang
Bagi orang tua yang sedang mempersiapkan pendidikan jenjang SMA, PMB (Penerimaan Murid Baru) SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang Tahun Pelajaran 2027/2028 saat ini tercantum Open Registration pada laman resmi sekolah.
Informasi terbaru mengenai proses pendaftaran, persyaratan, program, dan jadwal PMB dapat diperoleh melalui kanal resmi SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, rincian biaya, program unggulan, dan jadwal PMB, orang tua dapat langsung menghubungi narahubung resmi sekolah melalui layanan informasi PMB di bawah ini:
- Whatsapp: hubungi kami
- Website Resmi: https://smaia22.al-azhar.sch.id
- Instagram: @smai_alazhar22.cikarang
- Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jababeka Education Park, Simpangan, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17550
SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang: Beradab, Berkemajuan, dan Berwawasan Global
