
Perkemahan Jumat Sabtu atau biasa disebut sebagai Perjusa di SMAI Al Azhar 22 Cikarang pada tahun ini memiliki kemasan yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika biasanya murid diajak untuk mengenal berbagai ilmu keterampilan pramuka seperti keterampilan semaphore, pioneering, atau LKBB, pada tahun ini murid diajak untuk mengenal berbagai macam Satuan Karya atau yang biasa disebut Saka.
Walau pramuka kini bukan menjadi ekstrakurikuler wajib, akan tetapi SMAI Al Azhar 22 tetap menghadirkan pramuka untuk dapat menjadi keterampilan dasar, terutama pada kelas X. Seluruh murid kelas X sebanyak 124 orang mengikuti kegiatan ini selama 3 hari, yaitu pada tanggal 13–15 Februari 2025 di Eco Edu Park, Sentul, Bogor.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kegiatan pramuka tahun ini konsepnya cukup berbeda, yaitu berfokus pada pengenalan Saka. Hal ini bertujuan agar murid dapat mengenal lebih luas keorganisasian yang ada dalam pramuka, sehingga diharapkan murid dapat menumbuhkan minat, kecakapan hidup, dan kompetensi sebagai anggota pramuka.
Berbagai jenis Saka diperkenalkan kepada murid, yaitu Saka Wira Kartika, Saka Bakti Husada, Saka Dirgantara, hingga Saka Sar Vertical Rescue. Berbagai teori dan praktik lapangan diberikan kepada murid. Tentu hal ini sangat menarik karena murid-murid sendiri belum pernah mempelajari ini sebelumnya dan diajak belajar sembari bereksplorasi keterampilan baru dengan medan yang berbeda-beda.
Selain pengenalan Saka, terdapat juga upacara api unggun yang diakhiri dengan penampilan seni dari para murid yang kreatif dan menyenangkan. Pada hari terakhir, murid Kelas X melaksanakan upacara pelantikan pindah golongan dari Penggalang ke Penegak.

Dengan demikian, resmi sudah murid Kelas X SMAI Al Azhar 22 telah meraih predikat Pramuka Penegak yang diharapkan dapat terus meluhurkan dasa darma pramuka dan menggali berbagai kecakapan hidupnya melalui Saka.

