
Anak Terlalu Lama di Layar? Ini Cara Batasi Screen Time

Cikarang — Penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi murid usia remaja. Smartphone, tablet, dan laptop dapat membantu proses belajar, komunikasi, hingga mencari berbagai informasi. Namun, penggunaan layar yang tidak teratur juga dapat mengurangi waktu untuk belajar, beristirahat, beraktivitas fisik, dan berinteraksi secara langsung.
Bagi keluarga dan sekolah, tantangannya bukan sekadar melarang penggunaan gawai, melainkan membantu murid memahami cara menggunakan teknologi secara seimbang, sehat, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan pendidikan di Indonesia. Pada 2026, Kemendikdasmen menerbitkan pedoman pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan. Pendekatan yang digunakan bukan pelarangan total, tetapi pengaturan agar teknologi tetap dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran secara bijak.
Dalam konteks pendidikan di SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang, kebiasaan menggunakan teknologi secara tepat dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter murid. Lingkungan belajar yang nyaman, friendly, dan mendukung perkembangan karakter dapat membantu murid menemukan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.
Mengapa Screen Time Perlu Dikelola?
Screen time tidak selalu berarti sesuatu yang negatif. Murid dapat menggunakan perangkat digital untuk membaca materi pelajaran, mengerjakan tugas, mengikuti pembelajaran, mencari referensi, maupun mengembangkan kreativitas.
Persoalannya muncul ketika penggunaan layar mulai mengambil waktu untuk kebutuhan penting lainnya.
WHO menekankan pentingnya membatasi perilaku sedentari dan menjaga keseimbangan dengan aktivitas fisik. Penggunaan layar yang berlebihan juga dapat berkaitan dengan pola tidur yang kurang baik pada anak dan remaja.
Karena itu, orang tua dan sekolah dapat membantu murid membangun kebiasaan digital yang lebih sehat tanpa menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang harus dijauhi sepenuhnya.
Kenali untuk Apa Layar Digunakan
Salah satu langkah pertama adalah membedakan screen time untuk belajar dan screen time untuk hiburan.
Misalnya, satu jam menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas tentu memiliki tujuan berbeda dengan satu jam bermain gim atau scrolling media sosial. Dengan mengenali tujuan penggunaan, keluarga dapat membuat aturan yang lebih realistis.
baca juga: Bijak Bermedia Sosial, Bekal Penting Murid SMA
Cara Membatasi Screen Time secara Sehat

1. Buat Kesepakatan, Bukan Sekadar Larangan
Daripada hanya mengatakan, “Jangan main HP terlalu lama,” orang tua dapat mengajak murid membuat kesepakatan bersama.
Kesepakatan dapat mencakup:
- waktu menggunakan gawai untuk belajar;
- waktu untuk hiburan;
- waktu tanpa gawai;
- aturan penggunaan gawai ketika makan;
- waktu berhenti menggunakan perangkat sebelum tidur;
- prioritas tugas sekolah dan kegiatan keluarga.
Pendekatan seperti ini membuat murid memahami alasan di balik aturan, bukan hanya merasa dibatasi.
Kemendikdasmen sendiri mendorong prinsip 3S, yaitu screen time, screen zone, dan screen break, dengan penerapan yang disesuaikan dengan usia, perkembangan, dan kebutuhan anak.
2. Terapkan Screen Zone
Screen zone berarti menentukan tempat atau situasi tertentu yang bebas dari penggunaan gawai.
Contohnya adalah meja makan, ruang keluarga saat sedang berdiskusi, atau tempat tidur ketika sudah waktunya beristirahat.
Dengan kebiasaan tersebut, murid belajar bahwa ada waktu untuk terhubung dengan teknologi dan ada waktu untuk terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.
3. Biasakan Screen Break
Penggunaan layar dalam waktu lama dapat diselingi dengan aktivitas tanpa layar. Murid dapat berdiri, berjalan sebentar, melakukan peregangan, membaca buku fisik, berbicara dengan keluarga, atau melakukan aktivitas fisik.
WHO juga menganjurkan agar waktu layar tidak mengganggu aktivitas fisik, bermain, dan tidur.
Kebiasaan sederhana seperti mengambil jeda dari layar dapat membantu menciptakan rutinitas harian yang lebih seimbang.
Teknologi Tetap Bisa Mendukung Pembelajaran
Penggunaan teknologi dalam pendidikan memberikan banyak manfaat. Murid dapat mengakses sumber belajar, melakukan riset, membuat presentasi, mengembangkan karya digital, dan berkolaborasi dalam proyek.
Karena itu, pembatasan screen time sebaiknya tidak dimaknai sebagai menjauhkan murid dari teknologi.
Justru, yang perlu dibangun adalah literasi digital dan kemampuan mengatur diri.
Kemendikdasmen pada 2026 juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan perlu dilakukan secara etis, aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Membantu Murid Menemukan Keseimbangan

Isi Waktu dengan Aktivitas yang Menarik
Salah satu alasan murid sulit mengurangi penggunaan gawai adalah karena tidak memiliki alternatif kegiatan yang menarik.
Orang tua dapat mengajak murid melakukan berbagai aktivitas, seperti:
- olahraga;
- membaca buku;
- mengikuti kegiatan organisasi;
- berkesenian;
- menjalankan hobi;
- berkegiatan bersama keluarga;
- mengikuti kegiatan sosial;
- berdiskusi atau belajar kelompok.
Dengan demikian, pengurangan screen time tidak terasa seperti kehilangan sesuatu, tetapi menjadi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru.
Orang Tua Perlu Memberi Contoh
Murid juga belajar dari kebiasaan orang dewasa di sekitarnya. Jika orang tua ingin membatasi penggunaan gawai, kebiasaan tersebut akan lebih mudah diterima ketika orang tua juga menunjukkan contoh yang sama.
Misalnya, keluarga dapat menetapkan waktu makan tanpa smartphone atau menyediakan waktu tertentu untuk berbincang tanpa gangguan perangkat digital.
PMB SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang
Bagi orang tua yang sedang mempersiapkan pendidikan jenjang SMA, PMB (Penerimaan Murid Baru) SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang Tahun Pelajaran 2027/2028 saat ini tercantum Open Registration pada laman resmi sekolah.
Informasi terbaru mengenai proses pendaftaran, persyaratan, program, dan jadwal PMB dapat diperoleh melalui kanal resmi SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, rincian biaya, program unggulan, dan jadwal PMB, orang tua dapat langsung menghubungi narahubung resmi sekolah melalui layanan informasi PMB di bawah ini:
- Whatsapp: hubungi kami
- Website Resmi: https://smaia22.al-azhar.sch.id/
- Instagram: @smai_alazhar22.cikarang
- Alamat: Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jababeka Education Park, Simpangan, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17550
SMA Islam Al Azhar 22 Cikarang: Beradab, Berkemajuan, dan Berwawasan Global
